Tag Archives: artikel Perilaku Organisasi

bhn 7 perilaku organisasi

Bahan 7 Perilaku Organisasi, berisi tentang peran komunikasi dalam suatu organisasi. Selengkapnya dapat diunduh di sini    KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI 7

Konsep Diri dalam Perilaku Organisasi.

Konsep Diri dalam Perilaku Organisasi.


Organisasi dikenal sebagai sistem kerjasama sekelompok orang yang memiliki aturan dan keterikatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Sementara, perilaku dapat dikaitkan dengan sikap dan tindakan seorang individu (unsur behavior; way of thinking or behaving). Maka, secara sederhana dapat dikatakan bahwa ilmu perilaku organisasi adalah ilmu tentang perilaku tiap individu dan kelompok, serta pengaruh individu dan kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku interaksi antara individu dengan individu lain; individu dengan kelompok; serta kelompok dengan kelompok lain dalam sebuah organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi.
Di sisi yang lain, perilaku organisasi dapat dilihat dari sudut pandang manajemen. Misalnya dalam Manajemen Tradisional (traditional management) memandang bahwa setiap individu memiliki perilaku tertentu dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, serta pengawasan (POAC). Setiap kelompok mempunyai karakteristik tertentu dalam berinteraksi, baik di dalam maupun antar kelompok, antar instansi atau antar unit kerja. Menurut Manajemen Berdasar Sasaran (management by objectives) bahwa setiap individu ataupun kelompok memiliki interest tertentu dalam menentukan sasaran kerja tiap unit dan bahkan sasaran organisasi.
Manajemen stratejik memandang setiap individu atau kelompok memiliki pandangan yang berbeda dalam menganalisa lingkungan, juga penentu visi dan misi organisasi, melakukan perumusan strategi dan mengimplementasikannya, dan sekaligus melakukan pengendalian terhadap strategi yang diterapkan tadi. Sedangkan dalam pandangan total quality management (TQM) memandang bahwa setiap individu atau kelompok memiliki tolok ukur yang berbeda dan memiliki komitment mutu yang berbeda pula.

Prinsip dasar nilai yang dimiliki individu.
Pengertian nilai itu sendiri merupakan keyakinan dasar bahwa suatu modus perilaku tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial dibanding modus perilaku lainnya. Sedangkan sistem nilai disini merupakan suatu hierarki yang didasarkan pada suatu peringkat nilai-nilai seorang individu dalam hal intensitasnya. Sistem nilai tadi bisa bersumber dari orang tua atau keluarga individu, dari masyarakat, maupun bersumber dari latar belakang pendidikan yang di dapat individu.
Hubungan nilai dan perilaku dapat digambarkan bahwa sistem nilai yang dianut akan berpengaruh terhadap perilakunya karena nilai mempengaruhi sikap dan sikap mempengaruhi perilaku sang individu tersebut. Seseorang yang memiliki sistem nilai yang tinggi akan memiliki kecenderungan berperilaku lebih terkendali dibanding seseorang yang memiliki sistem nilai lebih rendah. Seseorang yang memiliki sistem nilai yang berbeda akan mempengaruhi pandangan tentang mutu suatu tindakan.
Motivasi individu juga punya peran penting dalam menata nilai secara individual. Motivasi dapat diartikan sebagai proses pengembangan dan proses pengarahan perilaku agar individu menghasilkan keluaran (output) yang diharapkan, sesuai dengan sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Menurut Steer & Porter ( 1991:6 ) …Motivation primarily concerned with : a. What energizes human behavior; b. What direct or channels such behavior; and c. how this behavior is maintanied or sustained. Ketiganya mengarah pada pola-pola yang erat dengan individual yang secara subjektif mampu mengelola nilai bagi kemanfaatan individunya. Pengenalan diri secara matang perlu diterapkan ke masing-masing individu.

Citra diri = peta pribadi.
Citra diri secara individual juga berperan mendukung motivasi secara terus-menerus. Peran penting individu dalam aktifitas suatu organisasi dapat dikatakan sangat vital, mengingat seorang individu adalah pemegang peran kunci dalam aktifitas organisasi. Tiap individu harus mampu mengenali potensinya masing-masing. Finding your indentity is a process with no real end point (Oscar Wilde). Dapat diartikan bahwa kita tidak akan pernah selesai menelaah siapa diri kita.
Self Awareness, dapat diartikan di sini sebagai kemampuan melihat pola pikir kita yang berada di ketidaksadaran dan mengangkatnya ke alam sadar kita (ketidaksadaran menjadi kesadaran). Self awareness bukanlah sebuah ilmu, namun lebih merupakan ketajaman persepsi dan observasi, terhadap diri sendiri, baik secara fisik maupun proses mental dan psikologis yang berlangsung dalam diri kita. Disini masing-masing individu harus memahami betul konsep dirinya dan apa yang menjadi kelebihan atau kekurangan secara individul. Kemudian mampu menerima dengan segala konsekuensi terhadapat keberadaannya secara individu di tengah masyarakat atau individu yang lain. The final mystery is oneself, misteri bagi kita yang sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Referensi :
J. Winardi. 2002. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Jakarta : Rajawali Press
Kenneth M. Wexley & Gary A. Yuki. 2005. Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia. Jakarta : Rineka Cipta.
Miftah Thoha. 2008. Perilaku Organisasi : Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

http://herwanp.staff.fisip.uns.ac.id