Tag Archives: abstrak S2

EVALUASI PROGRAM KALI BERSIH DI KOTA PEKALONGAN

ABSTRAK

Herwan Parwiyanto. 7004/PS/MAP/00. EVALUASI PROGRAM KALI BERSIH DI KOTA PEKALONGAN. Tesis. Program Studi Magister Administrasi Publik. Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Jogjakarta. 2002. 122 halaman.
Program Kali Bersih (PROKASIH) dilaksanakan di Kota Pekalongan sebagai suatu program untuk menangani pencemaran sungai guna memulihkan kondisi sungai yang tercemar. Program ini dipandang dapat menjadi jalan keluar untuk mengatasi kerusakan lingkungan sungai. Limbah industri dituduh menjadi penyebab utama rusaknya ekosistem sungai yang dilalui limbah beracun tersebut. Oleh karena itu, penanganan limbah industri secara serius perlu dilakukan untuk mengontrol secara berkala, agar dapat menekan bahaya pencemaran yang ditimbulkan limbah industri.
Kota Pekalongan sebagai kota yang memiliki industri batik yang berkembang cepat, juga dengan industri skala rumah tangga yang begitu banyak, saat ini mengalami masalah dengan adanya pencemaran Sungai Pekalongan yang makin tinggi pencemarannya seiring dengan bertumbuhnya industri-industri batik. Batik Pekalongan merupakan komoditas andalan dalam perdagangan di Kota Pekalongan dengan ciri yang khas sebagai hasil kerajinan rakyat.
Hasil penelitian di lapangan diperoleh fakta bahwa pencemaran sungai makin tinggi, dari 78 perusahaan yang terdaftar, 36 perusahaan telah memiliki IPAL, sedangkan 42 perusahaan belum memilki IPAL. Namun, IPAL yang telah memiliki baku mutu hanya 6 saja, berarti baku mutu lingkungan hanya mencapai 7,7 % dari industri yang dibina Bapedalda. Pencemaran masih ditambah lagi dari unit industri batik skala rumah tangga yang tersebar di 37 kalurahan dari keseluruhan 46 kalurahan yang ada di Kota Pekalongan. Penegakan hukum masih lemah terhadap pelaku pencemaran, apalagi UULH No 23/1997 belum sepenuhnya dapat diterapkan.
Evaluasi terhadap pelaksanaan PROKASIH di lapangan, masih banyak menghadapi kendala dan dapat dikatakan tidak berhasil menekan tingkat pencemaran sungai. Perlu upaya yang keras dalam meningkatkan dukungan kelompok sasaran PROKASIH dan upaya penegakan hukum dengan sanksi yang tegas terhadap pencemar lingkungan.

ABSTRACT

Herwan Parwiyanto. 7004/PS/MAP/00. The Evaluation of Clean River Program at the City of Pekalongan. Tesis. Master of Public Administration Postgraduate Program. Gadjah Mada University. Jogjakarta. 2002. 122 pages.
The Clean River Program that have implemented at the City of Pekalongan as a treatment program to solve the river water pollution and prevent the river from pollutants. This program can be seen as a way out to solve the river environment demage. Industrial waste caused as a main factor that make the river ecosytem demage through water pollutant pass. Therefore, it is necesssary to solve the industrial waste seriously to control it by periodicly, to minimize the demage impact of pollutant caused by industrial waste.
The City of Pekalongan as a city with many Batik Industrial that fastly grown, also of home industries in large scale product, by now have a problem with the increase of water pollution at the river of Pekalongan in row with Batik Industrial growth. Batik Pekalongan style as a main commodity in trading activity at Pekalongan has a specific type of traditional art craft.
The result of the research shown that the river pollutant increase in quantity, from 78 registered industries, there are 36 industries have waste water treatment instalation unit, and 42 industries haven’t yet. But, there are only 6 industries in environmental quality in capability standart, it means only 7,7 % of all industries. The pollutant also come from the batik’s home industries, there are 37 kalurahan from total 46 kalurahan at Pekalongan City. The weakness at law enforcement to the polluters, and so the Environmental Law could not yet implemented.
The evaluation of Clean River Program in fact, the implementation faced constraints and unsuccessful to control the river pollution. This program need strong force in law enforcement to control polluters and strong force from the community or target group to reach the better condition on the next Clean River Program at Pekalongan.