Category Archives: perbankan

Pengumuman Perkuliahan 4 & 5 Desember 2017

Sehubungan dengan kegiatan Kunjungan ke Universitas Airlangga di Surabaya tanggal 4 dan 5 Desember 2017, maka perkuliahan pada Hari Senin, 4 Desember 2017 mata kuliah Sistem Administrasi Negara RI kelas B angkatan 2015 & serta perkuliahan Hari Selasa, 5 Desember 2017 mata kuliah Perbankan kelas A angkatan 2015 A dan mata kuliah Dasar-dasar Logika kelas A angkatan 2017 diganti Belajar secara Mandiri. Yang hadir di kelas di perbolehkan ttd presensi.  Materi kuliah dicopy kan/print out menyusul !!

Surakarta, 2 Desember 2017

ttd

Pengampu Mata Kuliah

Herwan Parwiyanto, M.Si.

bhn 13 perbankan 2015 a

Bahan kuliah ke 13 Perbankan tentang Kebijakan LPS dalam Penjaminan bank Syariah. Materi ini sebagai pelengkap bahan tentang perbankan Syariah, selengkapnya materi kuliah ke 13 dapat di unduh di sini   Kebijakan LPS Penjaminan Simpanan Bank Syariah

bhn 9 perbankan 2015 a

Bahan kuliah Perbankan materi ke 9 tentang Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) kelas A angkatan 2015. OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor : Perbankan; Pasar Modal; dan sektor Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya. Selengkapnya materi kuliah bahan ke 9 Perbankan dapat di unduh di sini   OJK & stabilitas

bhn 7 & 8 perbankan 2015 A

Bahan kuliah perbankan untuk materi ke 7 tentang Pusat Pelaporan & Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan materi ke 8 tentang Prinsip KYC (Know Your Customer) & Etika Perbankan Global. Bagi yang mengambil mata kuliah  Perbankan semester V kelas A, silakan mengunduh materi kuliah selengkapnya di sini   PPATK   dan   KYC & Etika Perbankan Global

bhn 6 perbankan 2015A

Bahan kuliah ke-6 Perbankan angkatan 2015 A, kuliah tanggal 10 oktober 2017 tentang Kewajiban Risk Management bagi Bank Umum sesuai PBI no. 5/8/PBI/2003 dan PBI no. 11/19/PBI/2009, bahan kuliah selengkapnya dapat di unduh di sini   risk management PBI

bhn 4 & 5 perbankan 2015 A

Bahan kuliah perbankan ke 4 & ke 5 tentang kebijakan relasi bank & nasabah, serta BI sebagai Bank Sentral. Kuliah Perbankan semester V prodi MA angkatan 2015. Selengkapnya dapat di unduh di sini    bhh 12 HUBUNGAN BANK DENGAN NASABAH

bahan 4 BANK INDONESIA

bhn 3 perbankan 2015A

bahan kuliah ke 3 perbankan selasa, tgl 19 september 2017 tentang stabilitas nilai uang & kebijakan moneter, kebijakan re-denominasi rupiah Indonesia. selengkapnya materi kuliah bagi kelas A angkatan 2015 bisa di unduh di sini   bahan 3 STABILITAS NILAI UANG & KEBIJAKAN MONETER

&   REDENOMINASI MATA UANG

bhn 2 perbankan 2015/A

bahan kuliah Perbankan ke 2 tentang bank & sejarah perkembangannya, selasa 12 september 2017. selengkapnya dapat di unduh di sini   bahan 2 SEJARAH, FUNGSI & JENIS BANK

Stabilitas Nilai Mata Uang & Kebijakan Moneter Indonesia

Stabilitas Nilai Mata Uang & Kebijakan Moneter Indonesia

Selaku Bank sentral maka Bank Indonesia (BI) memiliki tujuan untuk mencapai & memelihara kestabilan nilai rupiah (UU No. 3 / 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia). Kestabilan nilai rupiah adalah kestabilan terhadap harga-harga barang  & jasa yang tercermin pada inflasi. Dalam pelaksanaannya, BI memiliki kewenangan melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran moneter (seperti uang beredar & suku bunga).

Sementara kebijakan moneter di terapkan dalam kerangka sebagai suatu Proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi; (meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar). Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi tinggi, stabilitas harga, & pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran). Kebijakan Moneter merupakan upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan.

Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara  persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh, dan kelancaran distribusi barang. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.

Penggolongan kebijakan Moneter oleh BI :

  • Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy, adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.
  • Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy, adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)

Instrumen Moneter BI :

  • Cash Ratio / minimum reserve requirement ratio
  • Discount Rate / kebijaksanaan suku bunga
  • Open Market Operation / operasi pasar terbuka
  • Credit Allocation / alokasi kredit
  • Foreign Exchange Rate / perbandingan nilai mata uang

Cash Ratio sebagai Perbandingan antara alat-alat likuid yg dikuasai dengan kewajiban-kewajiban yg segera dapat dibayar (Current Liabilities).

Discount Rate merupakan Kebijakan suku bunga, baik dalam bentuk simpanan maupun kredit, lebih bersifat tidak langsung .

Open Marker Operation : Merupakan operasi  moneter bank sentral yang sangat populer. Operasi pasar terbuka erat kaitannya dengan pengaturan jumlah uang yang beredar, khususnya total (uang kartal & uang giral).

Credit Allocation : Merupakan pengaturan BI terhadap arah pemberian kredit sesuai dengan prioritas pembangunan maupun total pemberian kredit menurut sektor ekonomi yang perlu dibantu oleh perkreditan BI. ( Dapat dikatakan sebagai Selective credit control ).

Foreign Excahange rate merupakan Penyesuaian  terhadap kurs  mata uang asing harus dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang, agar tidak terjadi penilaian yang terlalu rendah ataupun yang terlalu tinggi, karena kedua kondisi tersebut akan merugikan perekonomian Indonesia.

 

Kebijakan Re-Denominasi Rupiah.

reDenominasi giliran bagi Indonesia, pada Januari 2010, pemerintah menggulirkan isu redenominasi rupiah. Penyederhanaan pecahan nilai rupiah, Penghilangan 3 digit terakhir rupiah tanpa menurunkan nilai tukar mata uang tsb. Ide digagas Pemerintah RI dan Bank Indonesia.

  • Redenominasi adalah penyederhanaan kembali pecahan mata uang yang berlaku di suatu negara,( misalnya Rp 1.000 akan disederhanakan menjadi Rp 1 ) dengan makna dan nilai yang tidak berubah.
  • Redenominasi tidak sama dengan sanering.

Sanering adalah pemotongan nilai mata uang. Sanering sama saja memotong daya beli masyarakat karena tingginya tingkat inflasi yang terjadi di suatu negara. Redenominasi bertujuan agar mata uang lebih efisien dalam transaksi dan pencatatan administrasi.  Sementara sanering bertujuan mengurangi jumlah uang yang beredar karena inflasi yang sangat tinggi.

 

Pengalaman Negara lain yang melakukan redenominasi :

  • Turki (perlu 7 th untuk berhasil melakukan redenominasi). Dilaksanakan sejak 1 januari 2005. Awal th anggaran : menghilangkan 6 angka nol terakhir
  • Brazil (perlu waktu 8 th untuk meredenominasi mata ungnya).

Negara yang gagal melakukan redenominasi :

  • Rusia
  • Argentina
  • Zimbabwe
  • Korea Utara

Kebijakan 2 ( dua ) harga dalam 1 ( satu ) produk.

  • Pada masa transisi, semua produk diwajibkan menyertakan dua harga untuk produk yang dijual. Pedagang, toko, ritel, diwajibkan membanderol produknya dengan dua nominal mata uang yakni mata uang rupiah saat ini dan mata uang rupiah hasil redenominasi.
  • Nanti kewajiban bagi pedagang untuk menginformasikan dua jenis label. Semisal, harga rokok Rp 10.000 dan Rp 10

Dua mata uang berlaku sah :

  • Jika proses legitimasi berjalan lancar maka penggunaan dua mata uang akan dilakukan mulai 2014
  • Masa transisi ini akan berlaku selama empat tahun. Dengan kata lain, dalam kurun waktu empat tahun, ada dua mata uang yang berlaku sah sebagai alat pembayaran

 

 

 

Kuliah perbankan / ma / a / 2015 bahan kuliah ke-3.

bhn 1 perbankan 2015

Bahan 1 kuliah perbankan 5 September 2017 tentang UANG dalam perkembangannya di perbankan. Selengkapnya dapat di unduh di sini   bahan 1 SEJARAH, FUNGSI & JENIS UANG